“Dwi Hartanto” Sang Ayam Jantan dari Indonesia

Berita hari ini sangat membosankan. Salah satu yang membosankan yaitu berita tentang skandal seorang kandidat doktor Dwi Hartanto, seorang mahasiswa doktor di delft yang menipu seluruh indonesia.

Hampir semua media online baik itu detik.com, kompas.com maupun kumparan.com yang meliput berita tentang si ayam jantan ini. Lebih singkat dosa terbesar dari si DH ini yaitu dia mengklaim memiliki paten, aktif dalam proyek berteknologi tinggi sampai terlibat dalam pembuatan pesawat Eurofighter Typhoon NG.

Akhir perjalanan kebohongan DH akhirnya berhenti sampai disini, diawali dengan pembatalan penghargaan oleh KBRI Indonesia di Belanda maupun investigasi dari sesama alumni Delft sehingga sampai diujung kebohongan yang di buat oleh sang ayam jantan ini.

Saya tidak pernah menyalahkan di DH. Saya hanya mengambil langkah yang beda dengan seluruh orang indonesia yang mencela seorang DH. Buat saya DH adalah Ayam Jantan dari Indonesia. Kenapa saya bilang DH adalah Ayam Jantan ?

Ayam Jantan buat DH dikarenakan DH dengan Jantan bisa mengakui keihilafan serta keteledoran yang dilakukan oleh dia. Sikap ini sangat mahal dibumi indonesia terutama pada jaman sekarang ini. Adalah suatu kebanggaan DH bisa berterus terang dan mengakui segala perbuatan dia. Adalah suatu kebanggaan DH bisa mengatakan bahwa semua kesalahan ini ditujukan untuk seluruh rakyat indonesia terutama yang mengatasnamakan Ilmuan atau orang yang berilmu.

Dari sisi pandangan saya, tidak ada yang salah dari seorang DH. DH adalah seorang anak muda yang lagi mencari jati diri. DH memerlukan pengakuan dalam diri dan merupakan suatu sindrom yang sering dialami oleh semua manusia.

Di Indonesia masih terdapat beribu orang seperti DH, oleh karena itu kasus seperti ini janganlah diangkat secara nasional di semua media. Malahan medialah yang membuat DH menjadi populer. Coba kita lihat lagi kebelakang kenapa DH bisa sangat popular ?. Medialah yang membuat DH menjadi populer. Media yang mengambil peranan penting dalam pembentukan karakter DH.

Oleh karena itu, harusnya kasus DH bisa secepatnya di tangani dengan cara pendekatan secara psikologi kepada yang bersangkutan. DH bagi saya adalah Intan dan permata yang salah menempatkan diri. DH adalah permata yang belum matang tapi ingin lahir lebih cepat dari jadawal kelahirannya. Oleh karena itu DH harus ditolong dengan sentuhan yang benar sehingga dia bisa berkembang sesuai dengan keilmuan yang dimilikinya.

Ingat, DH adalah seorang mahasiwa doktor. Sejelak-jeleknya dia, tapi ada sesuatu yang bisa diberikan oleh DH untuk kepentingan nasional, hanya cara yang dilakukan oleh DH sedikit menyimpang dari yang seharusnya. Oleh karena itu mari kita memaafkan DH dan menggiring dia ke jalan yang benar.

Satu kata terakhir DH adalah Seorang Ayam Jantan dari Indonesia. Dia adalah Ayam Jantan karena dengan Gagah mengakui perbuatannya.

Mari Kita Bandingkan DH dengan seorang Ketua Lembaga Tinggi Negara.

Setelah divonis menjadi Tersangka, tiba-tiba masuk rumah sakit dan di klaim mengalami penyakin yang berkomlikasi. Tapi setelah diputuskan tidak bersalah, tiba-tiba dengan secepat kilat bisa kembali ke rumah an sehat seperti biasanya

Ayooo… Siapa Ayam Jantan dan siapa Ayam awe we

Inilah Negeriku yang tercinta ini.

Have your say